Industri Kimia: Cat atau Coating

Industri Kimia: Cat atau Coating

sumber gambar: google

Oleh: Isti Irnawati

Industri kimia yaitu industri yang memproses bahan kimia sehingga  menghasilkan produk. Industri ini mencakup petrokimia, agrokimia, farmasi, polimer, cat, dan oleokimia. ada sebuah  dunia industri, terdapat berbagai macam industri Pada kali ini mimin tekkim akan menjelaskan salah satu dari industri tersebut, yaitu Industri Cat ( Coating). Industri coating mengalami perkembangan yang sangat pesat dan menyebar ke hampir semua sektor, baik untuk tujuan estetika maupun perlindungan. Ada banyak jenis coating, seperti coating logam, coating karet, galvanisasi, coating elektro, dan salah satunya adalah cat. Cat adalah jenis pelapisan yang paling praktis karena dapat diaplikasikan dengan mudah di berbagai tempat. Industri cat sangat kreatif dengan berbagai inovasi, mulai dari estetika, kekuatan, solusi masalah, hingga isu lingkungan. Cat juga merupakan suatu tindakan yang dilakukan untuk melindungi, memperindah, atau memperkuat permukaan suatu bahan. Cat adalah salah satu jenis produk yang digunakan untuk memberikan warna dan melindungi permukaan dengan membentuk lapisan berpigmen yang kuat dan padat setelah mengering. Teknik pengaplikasian cat dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti diusapkan, dilumurkan, dikuas, disemprotkan, atau dicelupkan. Cat merupakan istilah umum sebagai produk untuk melindungi dan memberikan warna pada berbagai jenis objek seperti karya seni, salutan industri, bantuan pengemudi, atau pengawet. Orang Mesir kuno mengembangkan cat dengan menemukan warna biru, merah, dan hitam dari akar tanaman tertentu, dan menggunakan kasein sebagai perekatnya. Seiring dengan waktu, manusia menemukan minyak tanaman dan resin dari fosil sebagai perekat cat. Saat ini, meskipun telah ditemukan perekat/resin yang lebih baik dengan berkembangnya teknologi kimia, resin-resin alami masih banyak digunakan. cat permukaan merupakan bagian dari pengetahuan yang lebih besar tentang ilmu surface coating, yang mencakup metal coating, plastic coating, paper coating, powder coating, dan tentang cat itu sendiri. Dengan melapisi permukaan bahan dengan bahan lain yang lebih tinggi nilainya, nilai tambah suatu bahan dapat ditingkatkan. Oleh karena itu, memahami surface coating knowledge penting dalam meningkatkan nilai tambah suatu bahan.

Cat digunakan mulai dari cat rumah, perabot rumah, dan berbagai peralatan sampai kepada mobil. Gunanya, selain untuk menambah keindahan barang yang dicat juga untuk melindungi bahan yang dicat dari karat, khususnya logam. Mulai dari pagar besi, teralis dan sampai kepada perut kapal laut ataupun tangker. Cat memiliki beberapa sifat dasar sebagai berikut:

  • Daya rekat.
  • Mudah diaplikasikan.
  • Dapat menutupi permukaan dengan mudah dan membentuk kohesive film (bagian cat yang menempel).
  • Memberi perlindungan.
  • Dapat tahan lama.
  • Kualitas yang konsisten.

Selain itu, cat juga memiliki sifat-sifat yang spesifik misalnya, cat untuk dapur biasanya cat yang tahan minyak dan mudah dibersihkan, cat untuk kolam renang yaitu cat yang tahan air, dan cat untuk pesawat udara menggunakan cat yang tahan terhadap perubahan suhu dan lain-lain. Adapun beberapa sifat jenis bahan cat antara lain sebagai berikut:

a. Acrylic

–   Satu komponen

–   Tahan Cuaca

–   Pengeriang yang cepat

–   Memiliki daya rekat yang baik

–   Kilap dan daya tahan yang baik

–   Tidak tahan pelarut tertentu

b. Alkyd

–   Cukup tahan cuaca / lingkungan

–   Cukup baik warna dan kilap

–   Tergolong surface tolerance

–   Tidak tahan alkali

–   Pengeringan memerlukan waktu

c. Bitumen dan Tar

–   Tidak mengandung zat pewarna

–   Tidak tahan terhadap temperature tertentu

–   Menggunakan banyak pelarut untuk aplikasi

–   Mudah pecah / retak bila aplikasi terlalu tebal

–   Harga yang sangat murah

d. Chlorinated Rubber

–   Tahan terhadap air, cuaca dan bahan kimia

–   Tahan abrasi

–   Memiliki daya rekat dan kelenturan

–   Tidak tahan panas max 600 C

–   Tidak tahan pelarut

–   Tidak tahan minyak hewan dan tumbuhan

e. Epoxy

–   Kedap terhadap air dan bahan kimia

–   Daya rekat yang kuat

–   Tahan terhadap abrasi

–   Tidak tahan UV

–   Kurang memiliki kelenturan

Bahan-bahan penyusun cat :

  • Binder: komponen yang membentuk kontinuitas film (bagian cat yang menempel) berfungsi sebagai daya rekat. Binder berdasarkan cara pembentukannya terdiri dari solid, oksidasi, katalis, panas, dan tipe emulsion.
  • Solvent/thinner: digunakan untuk melarutkan dan membantu penguapan yang tidak menjadi bagian pada lapisan kering. Berfungsi sebagai pelarut, control vicositas (kekentalan), dan mengontrol waktu pengeringan.
  • Pigment: partikel padat yang menyebar dalam cat dan tidak larut dala binder. Fungsinya untuk keindahan, pelindung, dan fungsi spesial.
  • Additive: untuk memberikan atau memperbaiki sifat khusus yang tidak dimiliki oleh binder, solvent, dan pigment. Fungsinya untuk kekentalan.
  • Extender: material yang menyebar dalam cat, tidak larut dalam binder. Fungsinya untuk memodifikasi dan memperbaiki sifat cat seperti flow, gloss, filler (pengisi cat misalnya kalsium karbonat).

Tahapan pembuatan cat sangat dipengaruhi oleh seberapa canggih teknologi yang dipakai untuk menunjang pembuatan cat tersebut, makin canggih tinggi teknologi yang dipakai maka makin singkat dan mudah proses pembuatan catnya.

_Sumber:berbagai sumber_